Hanya di sini aku merasa sangat nyaman.
yah..
ada yang berkata, aku melihat mu. membaca mu.
ada yang menyangka aku ada.
maka aku akan ada dalam keberadaan yang tak berhingga. dalam ketepian yang tak mengenal tapal batas.. dan kreativitas yang tak mampu kau tapis hingga akhir.
dan pada nyata yang nyana.. aku ligai. aku gemulai. aku menari.
aku kembali melihatmu dalam api. aku melihatmu bersembunyi. aku tahu kau berada dalam kaca-kaca. aku tau kau bisa. kau hanya tak mau.
kau melihatku lebih dari yang kau mau. kau lihat aku lebih dari inginmu. begitu pula aku.
cleeir.. marry higgins clark, i’ve said.
umm. Tuhan, slalu saja dalam akhir ini kupinta. perlihatkan aku yang nyata.. meski kata Pak Mario, wanita itu sungguh sangat mulia ketika mencintai seseorang yang tak layak dicintai.. aku tidak peduli akan hal ini. aku tidak mengerti, bahkan, mengapa aku masih saja di sini.
Saya (Tidak) Tidur Malam Ini..
entah ya.. kekuatan apa yang menghinggapi. yang jelas aku terus saja melaju bersama waktu. ak terus saja mencari dan menulisakan adegan demi adegan dalam kaset ini.. akucari2.. kcermasti detiknya.. menitnya.. jamnya.. sema tercatat dalam satu kertas logging yang menjemukan diri. tapi aku suka dengan isinya.. kadang keceriaan hadir disana..
subhanallah.. aku baru ngantuk sekarang. ku sujud padaMu dulu..
Aku berhenti, Tuhan.. Kenapa?
…aku memang sedang gila akan dunia. tapi aku merasa diriku ringan..
aku menjadi warna ceria dunia..aku yakin kan menjadi bagian tak terpisahkan dari sekedar kejutan..
hummph.. orang-orang semakin lalu lalang. dan aku pingsan.. kudapati makian seorang bapak pada sebuah kerumunan. apa yang kutemukan? sebuah kepala dengan darah.. ups. ah, aku tak tega melihatnya. kudapati kemudian makian menjadi cacaian yang tak tercuci oleh darah. oh Tuhan… kenapa tidak ada lagi kasih sayang? sudahlah.. mau apalagi di dunia ini? tak terlalu sempitkah waktu ini hingga kita sempat saling mencaci maki dan menjahati?
maafkan aku teman2..maafkan salahku ya.
met libur lebaran 
Pagi Ini Kelabu..
met pagi..
ini bukan dini hari yang kukira kan cerah ceria… matahari ada. tapi ia tak nampak.. bagaimana aku bisa menyekanya? membasuh keringatnya yang tak lelah sinari dunia.. semangati manusia..
woi…
kemana kau samudra? hangatkan pantulan cahaya.. aku suka. di tepianmu aku berdiri.. meratapi lintasanm cakrawala yang tak kian menei.. menggulir arti sendiri.
Membuat Garis Tanpa Penggaris
ya Tuhan.. aku ingin mengelana pada tujuan yang kian pekat. aku ingin menggulan janji pada abdi yang kuminta nanti..
aku ingin padaMu aku berjanji…
membuat semua jiwaku ada pada cinta semua.. segala.. karnaMu itu indah.. semuanya..
bersabar pada semesta adalah pertahanan paling kusuka.. nanmun terkadang ku masih longgar pada suasana.. ku masih ingin terus menangis di saat aku terpejam mata mati.. ku juga masih terus menanti, satu arti…
tidak. tak pandai aku bermain api. aku tak suka ini. aku hanya paham, yang kulakukan ini karna kucinta mati.. karna kuyakini, rasa kresna tak juga ricuh hanya gara-gara aku menggaris tanpa penggaris..
tegas. benar. lugas.
emm… nyam nyam :)
dear semuanya..
akan kuperhatikan wajahmu satu-satu..akan klupahami bahwa aku punya sejuta manusia di hadapanku yang sangat bahagia memandang dunia.. dan aku suka..
kan kupandangi wajahmu satu-satu.. agar kumengerti, benar arti terimakasih.. agar kumengerti menghargai diri.. agar kumengeja satu-per satu keindahan dunia..
akan kuselami wajahmu satu-satu… agar aku tergugah untuk bangkit bersamamu.. agar kubisa terbang keliling awan.. agar ku tak melenggang ke arah cenayang..
aku ingin bersamamu.. ingin skali. terus saja.. terbang tinggi.. terus dan terus.. antah sampai mana, sampai waktu apa… kita terbang saja..
Dudung! Aku terjebak lagi…
astagfirullah aladzim..
memang hanya Engkau yang patut menjadi kekasihku..
aku tidak sedang mencari. aku hanyatiba2 menemui tempat yang cukup nyaman untuk bersandar.. udah cukup. dsana kupahatkan ukiran2 hari yang ceria..
bukan suatu tempat agung dimana kusematkan isyarat cinta beribu makna. karena hanya ia. yang sementara ini ‘berada’…
New LIFE. Better LIFE. Hopefully..
terkadang waktu hanya butuh untuk memantapkan hati. diri.
penantian, pencarian akan datang dan seperti semilir angin yang menyapu handuk basahku di pagi hari yang lengang..
langit biru yang melengkung tepat di hidungku menambah kesegaran akan esok pagi yang selalu akan cerah ceria.. bernuansa beda..
aku pernah bingung akan cahaya. aku pernah bertanya, betapa hidup ini nista. aku pernah tersesat akan pikiran yang menyeruak cukup tajam..
mungkin aku masih juga dalam kemanguan. mungkin aku juga msih sulit bertahan..
namun, kutau. jalan begitu panjang..
terlalu pendek untuk dipikir sebentar. terlalu tergesa untuk buatnya berhenti begini saja. dan terlalu dangkal hingga aku mulai hari dengan indah senyuman..
hidup sedang berjalan lagi, kawan.
hmph…
slalu.. aja.
saat termangu menatap langit yang membeku. huft. jangtungku pun ngilu. aku terpaku.
dan lagi.. ketika jiwa menyeruak harap pada tangis gelak tawa.. semuanya.. tercampur menjadi satu.
rasa yang sama. buncahan yang sama.. kita bergerak. terhempas.. namun magnet kembali lagi hadir dengan senyuman. entah harap apa lagi yang membuatku tertawa.. aku hanyabisa merasa.. suka
entah nanti.. entah esok hari.. entah lusa nanti.
yang jelas, aku ingin ini berakhir dengan indah..
wuah… hm.
hidup ini lucu ya..
satu mudah.. satu susah.. satu bikin tawa.. satu bikin tangis..
aku lalu ingin bercinta saja, denganNYA..
Ia yang tak pernah sedihkanku
Ia yang tak pernah tinggalkanku.. justru aku yang terlalu sering tinggalkannya.
aku, hm.. mungkin sedang terlalu bising oleh kehidupan. datang pergi.. begitu saja, kutau semua indah pada waktunya. ku tau semua ada batasnya..
ku tau. ku hanya senyum saja. tak ada apa2.
rei.